Kesan Mengikuti Wawancara Pengurus Sahabat Hijau

By: Dwi Ardianna Arsa 


Pada 17 Februari 2022, saya bersama teman-teman lainnya yang dulunya menjadi relawan komunitas sahabat hijau mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengurus dari komunitas tersebut. Sebelum menjadi pengurus, kami harus melewati sesi wawancara terlebih dahulu, sesi wawancara dilaksanakan via zoom meeting mengingat masih ada teman-teman yang tidak berada di satu lokasi yang sama. Saat itu, saya mendapatkan kesempatan diwawancarai oleh Kak Rida, Bang Zulfikar, Risna, Della, dan kak Seika. Menariknya, dalam sesi wawancara ini tidak menimbulkan ketegangan antara pewawancara dan yang diwawancarai, sesi wawancara dibuat dalam bentuk diskusi yang menarik sehingga yang diwawancara lebih santai dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.





Berbicara mengenai Komunitas Sahabat Hijau, saya sudah bergabung sejak awal tahun 2019 sebagai relawan dan mengikuti beberapa kali kegiatan yang dilaksanakan. Komunitas yang disebut sebagai SAHI ini memiliki kegiatan yang cukup menarik setiap hari minggu yaitu less waste event (LWE) dimana kegiatan ini dilaksanakan pada acara car free day di Kota Banda Aceh sebelum adanya pandemi. Selain itu, SAHI juga memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan komunitas lingkungan lainnya dimana SAHI sendiri tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga membaginya sesuai dengan kategori masing-masing. Banyak aksi dan keikutsertaan SAHI dalam masyarakat untuk menjaga lingkungan, baik itu dari pemilahan sampah, pembersihan pantai, penanaman pohon hingga kegiatan-kegiatan diskusi terkait dengan lingkungan dan pencemaran lingkungan yang semakin marak terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahabat Hijau, Bukan Sekadar Komunitas

Sahabat Hijau Ikut Sukseskan "Beach Clean Up" di Pantai Ujung Kareung, Aceh Besar

Clean up, Diskusi dan Bersih-bersih pantai di Pantai Syiah Kuala Banda Aceh yang Diselenggarakan oleh Terminal Kreasi Aceh (TKA)