Clean up, Diskusi dan Bersih-bersih pantai di Pantai Syiah Kuala Banda Aceh yang Diselenggarakan oleh Terminal Kreasi Aceh (TKA)

 By: Rosmaniar, S.Hum

Menjaga Lingkungan bukan hanya angan-angan, tetapi tindakan nyata. Pantai Syiah Kuala, 27 Maret 2022. Minggu pukul 08.00 WIB Komunitas Sahabat Hijau (SAHI) kembali berpartisipasi dalam kegiatan Beach Clean Up“Belajar di Pantai Yok”. Pada kali ini bersih-bersih pantai dilaksanakan di pantai Syiah Kuala yang diselenggarakan oleh Terminal Kreasi Aceh (TKA).  Kegiatan bersih-bersih pantai di Syiah Kuala juga didukung oleh DISPORA Aceh, Hotel Kryiad Muraya Aceh, Wardah, NBC Babershop dan DLHK3. Serta beberapa komunitas yang ada di Aceh seperti GPL Meulaboh, Earth Hour Aceh, Kasta Aceh, Sobat Bumi, Pepelingasih, Genbi Aceh, PPLH Man Model, Ta’at Bumi, Komunitas Apotek Wareuna, Kasia, Fatih Bilingual School dan komunitas lainnya.


Sebelum melaksanakan pembersihan pantai, semua komunitas berkumpul dan General Manager Kryiad Muraya Hotel Aceh yaitu Pak Bambang Pramusinto membuka kegiatan bersih-bersih pantai serta memberikan plastik sampah dan sarung tangan. Semua peserta dari berbagai komunitas berpencar seraya mengutip setiap sampah yang ada di sekitar pantai Syiah Kuala. Sampah yang dominan yang terdapat di sekitar pantai yaitu sampah botol sebanyak 44 kg dan sampah residu 66 kg.

Setelah bersih-bersih pantai, dilanjutkan diskusi dan Tanya jawab dengan peserta dari berbagai komunitas. Diskusi diawali oleh Reza Gunawan selaku pendiri Terminal Kreasi Aceh dan penyelenggara kegiatan. Reza juga menyampaikan bahwa “kegiatan ini bukanlah akhir melainkan awal perjalanan untuk terus bergerak menuju kebaikan”. Kemudian dilanjutkan oleh DISPORA yang diwakili oleh Bang Fahri Purnama sekaligus pendiri Pesawat Kertas. DISPORA akan membantu serta mendukung kegiatan positif para pemuda. 



Kak Yusrida Arnita, S.P, M.Sc., selaku pendiri dan Pembina (SC) komunitas Sahabat Hijau (SAHI) juga berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih pantai bersama Rosmaniar, Muhammad Aulia Khairurrizal, Anggi Septriana dan Syarah yang mewakili dari komunitas SAHI. Saat diskusi Kak Rida mengatakan bahwa “lakukan pemilahan sampah mulai dari hal sederhana, mulai dari kegiatan yang sering kita lakukan, risihlah saat melihat sampah berserakan di sekitar kita maka dari risih tersebut akan menjadi kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan”. Kak Rida juga menjelaskan bahwa “komunitas SAHI focus bergerak melakukan edukasi pemilahan sampah di event keramaian yang disebut "Less Waste Event" di berbagai acara seperti Car Free Day, Maulid Raya, Festival Food International dan kegiatan-kegiatan besar lainnya, serta juga mengadakan SAHI menanam”. Pembicara lainnya yaitu kak Ona Ramadhani dan Ibu Cut Safarina dari DLHK3 yang sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif yang berhubungan dengan lingkungan serta mengajak peserta untuk tetap menggunakan tumbler dan wadah makanan di setiap kegiatan, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan.


Setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan foto bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pengecatan tembok yang ada di Pantai Syiah Kuala, setiap perwakilan komunitas menggambar menurut kreatifitas masing-masing yang berkaitan dengan lingkungan di tembok yang sudah disediakan agar kelihatan lebih indah dan memberikan pesan Kebersihan bagi pengunjung dilokasi tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahabat Hijau, Bukan Sekadar Komunitas

Sahabat Hijau Ikut Sukseskan "Beach Clean Up" di Pantai Ujung Kareung, Aceh Besar